Krisis air bersih dirasakan oleh warga Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Baik musim hujan atau kemarau, warga setempat selalu kesulitan akses air bersih.

Bangun Sumur Wakaf Rame-Rame Alirkan Air Bersih di Tarumajaya, Bekasi

Update : 21 Nov, 2020

Meskipun bermukim di daerah penyangga ibu kota yang letaknya cukup strategis, persoalan krisis air bersih tidak luput dihadapi sebagian warga Bekasi. Salah satunya warga di Kampung Tambun Angke, Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Seolah tidak kenal musim, baik musim penghujan maupun kemarau, krisis air bersih jadi masalah laten yang dihadapi warga setempat.

bb82828d94040878eb072be7534820a0.jpg

Hampir sebagian besar warga di kampung tersebut masih memanfaatkan air tampungan dari sungai dan sawah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci, bahkan berwudu.

“Warga di sini, termasuk saya, kalau kemarau ngambil di tetangga atau beli air bersih. Soalnya kering kalau kemarau. Kalau musim hujan kaya sekarang mendingan, kita ngambil air dari resapan sawah sedikit sama air pembuangan perumahan dan itu juga air hitam, terus dipompa buat ke rumah,” ungkap Ketua RT 02 RW 20, Desa Segarajaya, Tarumajaya, Malih Hermawan.

dfa69903e67f0e88370ace40c9ed31cd.jpg

Malih yang merupakan warga asli Tarumajaya sejak lahir, mengaku kondisi tersebut dialami ia dan warga lainnya bertahun-tahun. Biaya membuat sumur bor sebagai sumber air bersih yang mahal menjadi alasan utama warga setempat tidak punya sumber air memadai.

“Kalau kering kita beli air ke yang punya sumur bor, sejam kalau nyelang itu Rp7 ribu. Kalau enggak bisa beli, kita ngambil di (kantor) Kepala Dusun pakai gerobak. Sawah juga kalau sudah panen ini kolam-kolam tampungan air warga akan kering,” ujarnya.

057ed4f4b5673873698bb9472973e2db.jpg

Hal senada juga dikeluhkan oleh Gofar (40), warga asli setempat. Ia mengaku sulitnya akses air bersih di tempatnya. Meski punya sumur bor sedalam tujuh meter, itu tidak membuat air yang didapatnya laik untuk digunakan. Ia pun pernah mengalami gatal-gatal disekujur tubuhnya ketika menggunakan air tersebut.

“Pernah kita gatal-gatal di tangan, mohon maaf di dekat dubur karena pakai air tampungan dari resapan sawah yang sudah hitam dan pembuangan perumahan. Dua minggu itu saya gatal-gatal sampai susah buat aktivitas,” tutur pria yang mengalami PHK akibat dampak pandemi ini.

---

Sahabat dermawan Aksi Cepat Tanggap Bekasi mengajak kamu untuk patungan membangun sumur wakaf di Desa Segarajaya, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Dengan Sumur Wakaf yang kita bangun bersama dari dana Wakaf Tunai, mari hadirkan air bersih dan sarana MCK yang memadai untuk warga yang membutuhkan!

Salurkan Wakaf terbaik Sahabat Dermawan dengan cara:

1. Klik 'Wakaf Sekarang'
2. Masukan nominal Wakaf
3. Pilih Bank Transfer BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay, OVO atau Kartu Kredit
4. Klik 'Wakaf'
5. Dapatkan laporan via email

Silahkan untuk share juga halaman ini agar lebih banyak doa dan sedekah yang terkumpul.

Tidak ada hasil ditemukan

ACT Bekasi

Created 20 Oct, 2020 Bekasi Wakaf

Rp 4,010,315 Terkumpul